Teori Kuasalitas Al-kindi

teori kusalitas atau sebab akibat memang sering dipeributkan antara golongan jadaliyah ( mutakallimin) dan kaum burhani ( filosof ). perbedaan mereka terletak pada, apakah semua kejadian ini terjadi karena sebab akibat atau itu hanya kebiasaan saja. terlepas dari itu semua ane hanya ingin memperkenalkan salah satu dari argumen para pencari kebenaran ini, tapi sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit biar ga ngawang, bahwa kebanyakan para pilosof meyakini bahwa setiap kejadian ini pasti terjadi karna adanya kuasalitas. sementara golongan mutakallimin ( asyairah) meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi hanyalah karna a'dah ( kebiasaan) saja. insya Allah kalau ada waktu ane akan paparkan perbedaan dari kedua kelompok ini.
setelah menjelaskan sedikit dari kedua argumen para pencari tuhan tentang kuasalitas ( secara umum), maka disini ane mencoba ngejelasin secara khusus pandangan salah seorang filosof besar islam al kindi tentang pandangan dasar beliau mengenai teori kuasalitas.
pada awalnya al kindi berupaya membagi perbuatan itu menjadi dua bagian, hakiki dan majaz. dari kedua pembagian ini keduanya terbagi menjadi dua bagian lagi. nanti kita jelaskan satu persatu dari kedua pembagian ini, insya Allah.
menurut al kindi dari setiap sebab pasti ada yang menyebabkannya ( hampir sama dengan para filosof yang lain) namun dari semua penyebab ini secara keseluruhan berawal dari penyebab yang tidak didahului dengan penyebab yang lain, dan penyebab paling pertama ( causa prima) dia adalah Allah Swt. karena menyebabkan merupakan perbuatan, maka menurut al kindi. perbuatan Tuhan ini ( baca : menyebabkan) merupakan tujuan dari semua i'llat ( sebab), dan inilah yang disebut oleh al kindi dengan al fi'lu al hakiki al awwal. ia sering mengibaratkannya dengan " ta'yiysi al aysat a'n laisa" yang arti bebasnya " memutuskan yang telah diputuskan dari tidak ada. atau "iyjad al maujudat minal adami" meng-adakan segala sesuatu yang ada dari tidak ada. bisa juga kita katakan dengan bahasa simpelnya bahwa perbuatan ini adalah " menciptakan".
adapun al fi'lu al hakiki yang kedua menurutnya adalah al kindi megibaratkannya seperti begini "atsaru al muatsar fi al muastar fihi" pengaruh peng-akibat pada yang di diakibatkan.
bila kita cermati bahwa pengakibat biasanya terpengaruh oleh sesuatu yang ia ciptakan, akan tetapi menurut al kindi bahwa al muatsar disini tidaklah sama sekali terpengaruh oleh akibat yang ia akibatkan dan dari setiap hal yang ia akibatkan. pengakibat yang tidak terakibat oleh yang ia akibatkan ini adalah Al bary subhanahu wata'ala.
al kindi menjelaskan bahwa Tuhan merupakan sumber pengaruh pada setiap yang ada, maka iapun mencoba menjelaskan perbuatan yang dimana secara kasat mata yang melakukannya ( menyebabkannya) adalah makhluknya, tapi pada hakikatnya yang menciptakannya adalah al muatsir al awwal, al kindi sering mengistilahkannya dengan failaat bil majaz la bil hakikah. ia mengatakan " yang saya maksudkan bahwa dialah " Allah " pengakibat yang sebenarnya, karena seluruh akibat berawal darinya kemudian akibat ini berlanjut terus menerus kepada makhluknya" dari sini apabila kita ingin mencermati, bahwa pemahaman sebab akibat menurut al kindi HAMPIR MIRIP dengan pandangan fatalisme atau sekte asyairah dari kalangan mutakallimin, yang menyerahkan seluruh akibat hanya pada tuhan ( HAMPIR MIRIP itu belum tentu sama, pandangan al kindi tentang kusalitas memang masih dalam tahap kajian para pegiat filsafat, oleh karnanya disini kita jangan menvonis bahwa pandangan beliau memang sama dengan kaum fatalisme).
dalam risalah-nya " al ibanah an illat failah al qaribah lil kauni wal fasad" al kindi menjelaskan secar rinci al fi'lu almajaz ini ia mengatakan " fainna al awwal minha yanf'ail, fa yanfa'il an infi'alihi akhar, wa yanfa'il an infi'ali dzalika akhar, wakadzalika hatta yantahi ila al munfa'il al akhir minha, fa al munfa'il al awwal minha yusamma fa'ilan bil majaz lil munfa'il anhu, idz huwa illat infialihi al qaribah, wakadzalika ats tsani, idz huwa illat ats tsalits al qaribah fi infi'alihi, hatta ila akhir al mafulat" arti bebasnya bahwa pada awalnya pengaruh itu datangnya dari al bariul awwal, dan dari pengaruhnya itu mempengaruhi yang lain maka terpngaruhlah yang lain dengan pengaruhnya dan begitu seterusnya sampai yang ter-terpengaruh yang terakhir, penaruh yang pertama itu disebut dengan "fail" secara majaz terhadap apa yang ia pengaruhi, jadi illat al majazi ini adalah merupakan causa dari yang ia akibatkan yang paling terdekat darinya, dan begitu juga akibat causa yang pertama tadi, ia menjadi penyebab dari apa yang ia akibatkan yang terdekat darinya, dan begitu seterusnya hingga akhir yang diakibatkan. wah kepala ane udah mulai pusing neh, samapai disini aja dulu ok, sebenarnya pembahasannya masih panjang, hanya ane udah mulai SEDIKIT puyeng neh, ane udahin disini dulu, kalau ada waktu insya Allah ane sambung.

Penulis : Wawan. ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Teori Kuasalitas Al-kindi ini dipublish oleh Wawan. pada hari Minggu, 01 Agustus 2010. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Teori Kuasalitas Al-kindi
 

0 komentar:

Poskan Komentar