Absurd

Emang di akui Jaringan Islam Liberal atau JIL sekarang ini udah mulai mengepakkan sayap-sayap mereka, mungkin para tokoh-tokoh mereka sekiranya masih hidup seperti Harun Nasution, Nurcholis majid, Abdul rahman Wahid ( gusdur) pasti sudah sumringah melihat keberhasilan para penerus-penerusnya yang telah menyebarkan gerakan dan pemahaman ( pencerahan dalam prespektif mereka) ini.
tapi pernah saya berfikir kenapa Jaringan Islam Liberal ini tidak membuat semacam Idelogi yang paten hingga kita bisa mengetahui metode, cara berfikir mereka itu mau kemana. selama ini yang saya lihat dari berbagai tulisan-tulisan yang mereka buat, bukan dari hasil pemikiran mereka, kebanyakan mengambil dan meminjam dari para pemikir-pemikir barat yang seakan-akan mereka udah ke sambet dan sangat senang dengan cara pandang mereka, sekalipun mereka tidak akan mengakui hal ini. tapi kenyataannya tidak bisa di elakkan.
dan juga hampir setiap pemikiran dan hasil ijtihad para ulama-ulama dahulu tidak lepas dari keritikan mereka, sebenarnya JIL ini maunya apa ?, padahal mereka sering menggembar gemborkan yang namanya kebebasan berfikir, tapi tatkala ada pemikiran yang berbeda dengan mereka, mereka lalu menyalahkannya, al hurriyah al fikriyah yang mereka usung itu seperti bagai mana sih ? yang lebih lucunya lagi mereka menghantam ulama dahulu bukan dari hasil penalaran mereka sendiri tapi dengan ide orang lain atau nyiplak, dan kelihatannya mereka lebih bangga dengan produk-produk dari luar di bandingkan dengan produk dari dalam.
atau apakah memang tugas mereka itu hanya mengkritik setiap pemikiran-pemikiran yang sesuai dengan islam yah ?
dan juga memang perlu SEDIKIT di akui JIL ini sering menggunakan dali-dalil dari al quran, tapi hanya sekedar sensasi doank ( orang indonesia kebanyakan lebih senang dilihat demikian) seperti dalil-dalil mereka tentang prularisme agama. tapi ayat yang mereka kutip hanya yang itu-itu aja, ga pernah di ganti-ganti, kelihatannya JIL ini hanya melihat satu pohon aja padahal masih banyak jutaan pohon yang lain yang perlu kita lirik atau apakah hanya sebatas itu kemampuan kaum JIL ?
diantara dalil-dalil mereka yang sering mereka pakai adalah ayat al quran yang menjelaskan bahwa semua agama di dunia ini selamat, ayat ini salah satunya terletak pada surah al baqarah ayat 62 yang arti bebasnya seperti ini " sesungguhnya orang-orang beriman dan orang-orang yahudi dan nasrani dan shabiah dan yang beriman kapada Allah dan hari akhir dan beramal saleh maka dia akan mendapatkan ganjaran dari tuhan mereka dan mereka tidak takut dan tidak pula bersedih ". ayat ini mereka jadikan sebagai argumentasi bahwa islam sangat mengajarkan tentang pluralisme Agama. padahal kalau kita membaca kembali buku-buku tafsir , menunjukkan bahwa ayat menunjukkan ahlul kitab yang hidup di zaman sebelum nabi datang. dan pada waktu nabi muhammad datang dan di utus oleh Allah maka wajib bagi mereka untuk mengikuti ajarannya. jadi kelihatannya metode JIL disini mereka mengintrepretasi Ayat secara umum tampa melihat asbab mengapa ayat ini turun dan juga tampa mengkaji para penafsiran-penafsiran ulama dahulu ( mungkin bosan kali ye ama tafsiran ulama dulu ) tetrkadang juga mereka menggunakan sebuah kaidah semau mereka sendiri dan bahkan terkadang mereka membalikkan kaidahnya hingga tak heran natijah ( hasil) dari analisanya terkadang ngawur, tidak sesuai dengan pemahaman jumhur. ada sebuah kadah dalam ilmu tafsir "al ibrah bi umumi lafdzi la bi khususi as-sabab" kaidah ini sering mereka gunakan ( tapi di tempat-tempat tertentu aja yang sesuai dengan ideologi mereka) sepeti ayat diatas.
tapi hal itu akan berbeda tatkala kita melangkah ke ayat yang lain contohnya ayat yang menjelaskan tentang hukum meminum khamar yang didalam Al quran sudah sangat jelas sekali hukumnya, tapi bagi JIL hukumnya bisa berbeda ( bukan JIL namanya kalau tidak ngawur) didalam berargumen tentang ayat ini mereka tidak menggunakan qaidah yang diatas, malah mereka melihat ayat secara mendetail, hingga mereka tahu kepada siapa ayat khamar ini di turunkan. hingga akhirnya merekapun berkata bahwa khamar itu hanya haram di daerah arab di sebabkan karna ayat ini turun buat bangsa arab saja yang kondisi udaranya panas, tapi di daerah non arab yang hawanya tidak panas maka hukum khamar itu menjadi halal.
demikianlah pemikiran kaum JIL yang kayak bunglon, menafsirkan ayat semau mereka, dengan selalu berfantasi bahwa Islam itu tidak katro, islam itu tidak boleh ketinggalan jaman. kalau orang barat mabuk dengan alasan moderenisasi kenapa kita tidak ikut mabuk selama ada penafsiran yang lain. dan akhirnya maka tak heran sekarang ini Jaringan Islam Liberal tengah gencar-gencanrnya menyerang Metodelogi Ilmu tafsir, didalam tulisan Ulil baru-baru ini di situs pribadinya, ulil.net sangat terang-terang sekali ingin menghancurkan pondasi Ilmu tafsir yang sudah dijaga selama ratusan tahun. di dalam tulisan nya ulil Ingin menghapus semua syarat-sayarat seorang penafsir yang kata dia sangat mengekang itu. dengan berdalil dengan argumen yang terkadang absurd dan saling kontradiksi dan ini mengindikasikan juga bahwa mereka memang betul-betul tidak lagi menunjukkan penghormatan teradap ilmuan-ilmuan islam, mungkin karena sudah terpengaruhi oleh silaunya pemikiran dan peradaban barat.

Penulis : Wawan. ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Absurd ini dipublish oleh Wawan. pada hari Minggu, 25 Juli 2010. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Absurd
 

0 komentar:

Poskan Komentar