Interes Ketuhanan Dan Aestetika Menurut Prespektif Ibnu Araby

Perlu diketahui sebelumnya bahwa hakekat interes manusia terhadap Tuhannya adalah tatkala manusia mencintai Allah hanyalah Karena zatnya, bukan karena manusia itu berharap untuk mendapatkan pahala dari Tuhan bukan pula kerna takut akan azabnya. dan hakekat cinta itu akan terealisasi apabila seorang hamba mencintai Allah karena aesthetikanya ( li-jamalihi ) dan kesempurnaan karasteristiknya ( kamali-sifatihi ). Inilah hakekat cinta yang ingin dikemukakan oleh Ibnu Araby. Bukan hanya sampai disitu bahkan penciptaan alam pun tidak lepas dari hubungan antara al hub dan al jamal ini, menurut Ibnu Araby al hub merupakan asal dari setiap keberadaan dan aesthetika merupakan ilustrasinya ( suratihi )[1].

Ibnu Araby juga menjelaskan sebab terjadinya hubungan antara al hub dan jamal, ia menganalogikan dengan bahwa keberadaan cantik merupakan sebab munculnya Cinta. Ia juga menyebutkan bahwa sesuatu yang indah dipandang mata akan memberikan pengaruh dan kelezatan yang luar biasa bagi mata yang melihatnya. Dan dari pengaruh kecantikan inilah nantinya menimbulkan kecintaan dan kerinduan. Jadi cinta pada hakekatnya adalah kecondongan hati untuk melakukan kebaikan pada yang dicintai, dikarenakan kebaikan itu adalah keindahan dan keindahan merupakan sebab dari cinta.[2]

Pendapat Ibnu Araby ini tidak jauh beda dengan pendapat Filosof yunani Plato yang mengaitkan hubungan antara al hub dan al jamal, menurut plato bahwa cinta itu harus pada sesuatu yang indah saja dan bukan pada sesuatu yang buruk atau dia hanya ada pada sang pencinta dan bukan pada apa yang dicintai, dan dari sini nantinya akan memuncak esensi cinta si pencinta pada yang dicintai dan itu tidak terjadi sebaliknya. Karena menurut Plato sesuatu yang dicintai itu pasti indah, lembut dan sempurnah dan dari dia pulalah asal dari seluruh nikmat. Dan yang dicintai ini berbeda dengan jauhar sang pencinta.[3]

Lalu kemudian hubungan antara Tuhan dan keindahan sendiri seperti bagaimana ? bukankah salah satu fase yang ingin diraih oleh Ibnu Araby adalah al hubbub ilahy ? dalam hal ini Ibnu Araby mempunyai prohibisi yang kuat, ia langsung mengambil argumen tersebut dari sabda Rasul mulia, beliau pernah bersabda “ bahwa sesungguhnya Tuhan itu indah dan ia mencintai keindahan ” dari hadits inilah Ibnu Araby mempunyai pendapat yang kokoh bahwa pensifatan Allah terhadap dirinya yang cantik, mengharuskan manusia untuk mencintainya.

Argument Ibnu Araby tentang keaestikaan tidak sampai disitu saja, akan tetapi menurut dia kita juga harus mencintai ilustrasi Tuhan yang indah di alam ini. Karena semua yang terdapat dialam ini merupakan ilustrasi dari jati diri Tuhan, maka barang siapa yang mencintai ilustrasi Tuhan ini ( as-suratul al-haq) maka sesungguhnya ia telah mencintai Tuhan sendiri.[4]

Hubungan antara al hub dan al jamal yang berujung pada wihdatul wujud ini tidak bisa di elakkan dari mazhab Ibnu Araby, Karena memang beliau merupakan salah satu tokoh Panteisme dalam dunia mistik Islam, menurut dia bahwa keaesthetikaan Tuhanlah yang menyebar pada seluruh ciptaannya bahkan disetiap makhluknya, dan alam ini merupakan penampakan jati diri dari aesthetika ( jamaly ) Tuhan. Oleh karenanya siapa saja yang mencintai apa yang ada di alam ini pada hakekatnya dia telah mencintai Allah, karena dicinta merupakan sifat pada sesuatu yang ada ( al-maujud ) dan tidak ada yang maujud ( di alam ini ) kecuali Allah.[5]



[1] DR. Ahmad Mahmud Al Jazzar “Al fana wal hubbul ilahy inda Ibnu Araby ” hal : 81

[2] Ibnu Araby “ Futuhatul makiy “ jilid 2 hal 542

[3] Plato “ muaddab” tarjamah Dr. ali sami nassyar dan lainnya hal 78. lihat : DR. Ahmad Mahmud Al Jazzar “Al fana wal hubbul ilahy inda Ibnu Araby ” hal : 82

[4] Ibnu Araby “ Futuhatul makiy “ jilid 2 hal : 114

[5] Ibid. hal : 114

Penulis : Wawan. ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Interes Ketuhanan Dan Aestetika Menurut Prespektif Ibnu Araby ini dipublish oleh Wawan. pada hari Selasa, 25 Januari 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Interes Ketuhanan Dan Aestetika Menurut Prespektif Ibnu Araby
 

0 komentar:

Poskan Komentar